Pelantikan IPHI Kabupaten Jepara

Jepara – Bertempat di Pendopo Kabupaten Jepara pada hari Sabtu tanggal 7 Januari 2012 dilaksanakan pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Jepara Masa Bakti
2011-2016 oleh Ketua Penegurus Wilayah IPHI Provinsi Jawa Tengah  H.Suwanto, S.E., M.M.

Pengurus Daerah yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengurus Pusat IPHI Nomor 3.121/Skep/PP IPHI/XII/2011 tanggal 27 Desember 2011 mengangkat pengurus harian  sebagai berikut :

Ketua H.Sholeh Taufik
Wakil Ketua I Drs.H.Sholikin, M.M.
Wakil Ketua II Drs.H.Surandim Achmad, S.H.
Wakil Ketua III Hj.Nur Endang Alifah
Sekretaris H.Syafiq Nasuha, B.A.
Wakisl Skretaris I H.M.Mudhofar, S.Ag.
Wakil Sekretaris II H.Ali Fauzan, B.A.
Wakil Sekretaris III Ir.Hj.Anis Salamah
Bendahara H.Achwan Rosyad
Wakil Bendahara I Drs.Hj.Amaliyah Ulfah
Wakil Bendahara II H.Abdus Shomad

 

Pengurus Daerah juga dilengkapi dengan bagian-bagian :
1.      Bagian Organisasi dan Keanggotaan
2.      Bagian Ibadah Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat
3.      Bagian Ibdah Sosial dan Pemberdayaan Umat
4.      Bagian Dakwah, Pendidikan, dan Penerangan
5.      Bagian Pemberdayaan Perempuan.

Sementara itu, H.Sholeh Taufik,  Ketua Pengurus Daerah IPHI Kabupaten Jepara yang baru – dalam sambutannya menyampaikan bahwa terselenggaranya pelantikan ini tidak lepas dari bantuan dan campur tangan Bupati Jepara beserta jajarannya, Kepala Kantor Kementerian Agama, dan para
hujjaj di Kabupaten Jepara ini. Selanjutnya H.Sholeh Taufik menyampaikan bahwa para hujjaj yang terwadahi dalam IPHI Kapupaten Jepara telah memiliki Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin yang dari
tahun ke tahun selalu berusaha mengembangkan rumah sakit tersebut.

Dalam waktu dekat akan segera diresmikan bangunan baru di kompleks rumah sakit Sultan Hadlirin Jepara ini. Selanjutnya dilaporkan pula bahwa Majelis Ta’lim Perempuan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (MTP-IPHI) Kabupaten Jepara telah memiliki “Daarul Qur’an” yang berdiri pada tanggal 24 Desember 2011 yang lalu.

Sementara ini yang diasuh diasuh di dalam “Pondok Pesantren Daarul Qur’an” sebanayak 26 anak, sedangkan yang disantuni sebanyak 56 anak. Biaya ini diperoleh dari infaq umat Islam yang telah menyediakan diri sebagai pemberi infaq untuk Daarul Qur’an ini. Sholeh juga kembali menceritakan bahwa pada saat pelantikan MTP-IPHI Kabupaten Jepara pada tanggal 23 April 2011 yang lalu secara spontanitas terkumpul uang infaq sebesar Rp 47.000.000,00 dan perhiasan yang diserahakan para
muslimah yang hadir senilai Rp 99.000.000,00 lebih.

Bupati Jepara, Drs.H.Hendro Martoyo, M.M.   menyambut gembira dengan terbentuknya Pengurus Daerah IPHI Kabupaten Jepara Masa Bakti 2011-2016 ini, karena pengurus ini terdiri dari para tokoh yang datang berbagai latar belakang.

“Ini bagus sekali, dan saya yakin akan lebih banyak memberikan kontribusi kepada umat”, katanya. Jumlah haji di Jepara sampai saat ini tercatat 34.800 orang yang berarti mencapai sekitar 4 % dari jumlah penduduk Kabupaten Jepara. Ini merupakan potensi yang luar biasa. Bupati juga menilai bahwa perkembangan Rumah sakit Islam Sultan Hadlirin juga

sangat bagus dengan terus bisa mengembangkan pelayanan kepada umat. Rumah sakit ini dapat memperoleh keuntungan rata-rata sebesar dua milyar setiap tahunnya.

H.Suwanto,S.E., M.M. dalam sambutan pelantikannya mengucapkan selamat kepada Pengurus Daerah IPHI Kabupaten Jepara Masa Bakti 2011-2016. Suwanto mengingatkan bahwa tugas seberat apapun dapat dilakukan dengan baik, kalau dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan disertai dengan
usaha dan doa kepada Allah SWT.

Dengan berbagai pantun dan cerita-cerita kocak yang dilontarkan, H.Suwanto berharap agar para
pengurus tidak mudah putus asa menghadapi kendala yang kadang-kadang muncul dalam pelaksanaan tugas organisasi.

Yang termasuk istimewa pada acara pelantikan ini adalah hadirnya Ketua Umum Pengurus Pusat IPHI – Drs.H.Kurdi Mustofa, M.M. yang sekaligus memberikan  tausiyah pada acara tersebut.

Dalam tausiahnya beliau menyampaikan bahwa predikat haji adalah istimewa karena tidak ada orang yang disebut “mantan” haji, kecuali dia murtad. Sesudah meninggalpun sebutan haji tetap melekat kepadadiri seseorang.

Oleh karena itu beliau berharap agar haji dalam hidupnya selalu kontributif, memberi manfaat bagi umat, karena sebaik-baik umat adalah mereka yang banyak meberi manfaat bagi manusia
banyak.

H.Kurdi mencontohkan bahwa para wali dari Walisongo, tetap memberi manfaat kepada yang masih hidup, meskipun mereka sudah wafat. Demikian pula, dijelaskan bahwa eksistensi IPHI harus dikenal karena kontribusinya, harus kontributif seperti adanya rumah sakit, Daarul Qur’an, maupun Daarul Aytam, juga harus dibanggakan juga karena kontribusinya, serta harus diperhitungan juga karena kontribusinya.

Selanjutnya implementasi Haji Sepanjang Hayat adalah pertama, IPHI sebagai kekuatan moral/akhlaqul karimah serta haji harus menjadi uswatun hasanah (teladan yang baik). Kedua, IPHI harus menjadi kekuatan ekonomi. Rumah sakit bisa menjadi kekuatan ekonomi disamping fungsi sosialnya. Obsesi untuk mendirikan Grand Wakaf Menara Haji juga bermaksud menjadikannya sebagai salah satu kekuatan ekonomi. Pesan H.Kurdi Mustofa, carilah kebahagiaan dengan memberi karena meskipun kehilangan tetapi hakekatnya mendapatkan. Ketiga, IPHI dan haji harus menjadi kekuatan sosial, yang sifatnya selalu membantu masyarakat luas.

Acara pelantikan dan pengajian ini dihadiri para haji yang memenuhi  Pendopo Kabupaten Jepara, meskipun pada saat dilaksanakan turun hujan lebat sejak sebelum dimulai sampai dengan selesainya acara. (reportase : H.M.Sya’roni, Wakil Sekretaris PW IPHI Provinsi jawa Tengah).