Skip to Content

KPK Didesak Telisik Pengaturan Kuota Haji

Author: | Posted on 5:22 am

Jakarta-Terkuaknya dugaan suap kuota impor sapi yang menyeret Presiden Partai Keadilan Sejahtera harus menjadi momentum bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelisik kuota-kuota impor lainnya. 

Tak hanya kuota impor, kuota jemaah haji harus pula menjadi perhatian KPK karena selama ini beredar cerita tak sedap dibalik pengaturan haji. 

Menurut Koordinator Indonesian Budgeting Center  Arif Nuralam,  pengaturan kuota impor daging sapi mengambarkan bahwa sistem kuota adalah hanya sebuah ruang kompromi pragmatis yang selalu menjadi ajang transaksi.  “Paling substansi dari kasus itu adalah indikasi suap berpola abuse of power dan perbuatan melawan hukum,” kata Arif.

Menurut dia, modus  seperti ini relatif hampir di semua pengaturan kuota impor lainnya bahan pangan lain seperti gandum, kedelai dan lainnya. Tak terkecuali kuota haji.

IBC mendesak KPK agar kasus suap kuota daging sapi impor bisa menjadi pintu masuk bagi KPK untuk melakukan upaya-upaya  inovatif dan segera tanggap membongkar kongkalikong di kuota lainnya.

“Apalagi menjelang pemilu kebutuhan  dana politik cenderung naik. Kemungkinan mereka akan jor joran melakukan tindakan  politisasi anggaran dan kebijakan baik  di level pusat maupun daerah,” kata Arif.

Akhir tahun lalu Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh  Anggito Abimanyu Kementerian Agama merencanakan mulai tahun 2013 akan disediakan kloter khusus untuk lanjut usia. 

Kloter itu akan memiliki  fasilitas seperti fasilitas jamaah haji plus sebagai upaya mengurangi dampak kematian para jemaah haji lansia.

Sementara soal pemberangkatan, kata Anggito, kloter khusus itu akan diberangkatkan menjelang puncak haji dan pulang selepas selesai melaksanakan puncak haji.  Perjalanan haji kloter itu ‘hanya’ akan ditempuh  selama 20 hari. 

Kloter lansia juga akan mendapatkan prioritas soal tempat tinggal selama mengikuti ibadah haji. Mereka akan ditempatkan di ring satu dekat pusat kegiatan haji di sekitar Masjidil Haram di Mekkah. Anggito menyebut, Kementeriannya akan menyewa satu hotel khusus untuk menampung para jemaah lansia itu.

Anggito juga menjanjikan, untuk mengantisipasi segala kemungkinan, petugas haji yang akan mengawal kloter lansia jumlahnya akan diperbanyak dibanding kloter reguler. Selain dari Kemenag, petugas kesehatan juga disiapkan dari Kemenkes.(vhrmedia)