Landmark Baru Madinah Itu Sudah Berdiri Megah

 

Dari teman-teman Daker Madinah setahun lalu, saya memperoleh peta rencana perluasan Masjid Nabawi Al Munawwaroh. Hari-hari ini wing kiri masjid sudah mulai kegiatan perluasan mesjid, setelah terlebih dahulu merobohkan hotel-hotel yang ada di situ.

Selesai haji tahun ini akan dihancurkan lagi sekitar 20 hotel di kawasan yg markaziah ini. Saya membayangkan jika perluasan Masjid Nabawi ini selesai, masjid ini betul-betul akan menjadi landmark kota Madinah yg sempurna.

Bangunan masjid dengan menara-menaranya yang tinggi dan indah, dengan cungkup makam Nabi dan sahabat terdekatnya serta maqbarah Baqi yang menyimpan puluhan keluarga dan sahabat Nabi akan menjadi sentra kota yg memancarkan keanggunan, keagungan, kewibawaan, dan kesejatian roh keislaman yg ya’lu wala yu’la alaihi. Tinggi dan tidak bisa diungguli.

Hotel-hotel —yang memang diperlukan bagi jamaah haji dan umrah– dibangun terutama di luar markaziah. Ini tampaknya akan menjadi antithesa dari apa yang terjadi pada Masjidil Haram dengan Ka’bahnya di Makkah. Di sana bangunan disekitarnya telah membuat Masjidil Haram terkepung dan terungguli oleh landmark yg lain misalnya buruj zamzami itu.

Saya bersyukur jika perluasan sudah selesai Masjid Nabawi betul-betul menjadi Al Munawwarah. Memancarkan cahaya kenabian yang gilang gemilang.

(Catatan Kecil H Slamet Effendy Yusuf, Ketua KPHI dan Wakil Ketua Dewan Penasehat PP IPHI)