Skip to Content

Mengagumkan! Driver Go-Jek Ini Asuh 126 Santri Penghafal Al Qur’an

Author: | Posted on 9:20 am
RAMBAHMEDIA.COM | Jerih payah Endang Irawan seorang driver GO-JEK yang mendirikan pondok pesantren dan mengasuh ratusan santri mendapat tanggapan positif dari Kementerian Agama (kemenag). Kemenag mengapresiasi usaha Endang Irawan alias “Bang Soplo” yang membiayai kebutuhan 126 santri di Pondok Pesantren Nurul Iman. “Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat terkait pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Walaupun ada program bantuan untuk pondok pesantren, seperti beasiswa tahfizh, bantuan asrama dan bantuan ruang kelas, tetapi karena pesantren di Indonesia sangat banyak, lebih kurang 38 ribu pondok, kami tidak bisa membantu pendanaan  sepenuhnya. Beruntung jika banyak yang peduli seperti Pak Endang ini,” ungkap Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin dalam website resmi Kemenag, Senin (08/01). Ponpes Nurul Iman terletak di Desa Sukaharja, Ciomas, Kab. Bogor. Rata-rata santri di Ponpes Nurul Iman sendiri berusia antara 12 – 24 tahun. Ponpes yang didirikan Endang ini berkonsentrasi kepada program Tahfiz Alquran bagi anak yatim dan kurang mampu. Dengan konsentrasi ini, para santri Ponpes Nurul Iman berpotensi mendapatkan beasiswa tahfizh dari Kemenag. “Salah satu program unggulan Kementerian Agama adalah beasiswa tahfizh bagi 10 ribu anak Indonesia yang ingin menjadi penghafal Al Qur’an. Program ini untuk jangka waktu 5 tahun. Jadi setiap tahunnya, kita berikan kepada dua ribu santri,” sambungnya. Soal beasiswa Kamaruddin menambahkan kalau bantuan itu akan mudah didapatkan apabila Ponpes Nurul Iman sudah memenuhi syarat dan kriteria, terutama masalah legalitas. “Saya sudah berikan kartu nama saya kepada Pak Endang, nanti bisa hubungi saya secara personal,” tambah Kamaruddin. Sambutan baik Kemenag atas jerih payah Endang membuat driver GO-JEK itu senang. Ia senang karena ada kesempatan bersilaturahmi dengan pihak Kemenag. Dia berharap akan ada solusi terhadap kebutuhan Ponpes yang diasuhnya. Terlebih lagi status Nurul Iman sendiri sudah tercatat di Kemenag. Kebutuhan Ponpes Nurul Iman dan para santrinya masih banyak yang belum terpenuhi. Hal tersebut diungkapkan oleh Zulfa, santri Ponpes Nurul Iman yang sudah belajar sejak tahun 2013. Meskipun begitu, segala keterbatasan fasilitas tidak mengurangi semangat Zulfa dan para santri untuk menghafalkan Alquran. Keterbatasan tersebut tetap membuat Ponpes Nurul Iman mencetak beberapa santri yang mampu mengukir prestasi baik di tingkat Kabupaten maupun Kota Bogor. Tentang Endang Irawan sendiri, ia adalah sosok yang dikenal tegas, disiplin, dan dermawan bagi para santrinya. Dia sering memberikan uang saku kepada para santrinya dari hasil menjadi ojek online. “Uang hasil ojek online itu saya sisihkan. Sebagian buat keluarga dan kebutuhan saya pribadi, sebagian lagi buat para santri di Pondok,” cerita Endang. Ponpes Nurul Iman sebenarnya sudah berdiri sejak 12 tahun lalu. Namun, Endang mengaku sejak bergabung dengan GO-JEK, ia baru bisa lebih fokus untuk mengurusnya. [Eramuslim/JEK]