Skip to Content

Imam Masjidil Haram: Perlu Program Komunikasi Ulama se-Dunia

Author: | Posted on 10:41 am
Persatuan umat dan penyebaran moderasi Islam saat ini menjadi tantangan para ulama dan cendekiawan muslim dunia. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah membuat program yang membangun jembatan komunikasi yang baik antar ulama di seluruh dunia. Demikian disampaikan Imam dan Khatib Masjid Al Haram di Makkah, Syeikh Dr Saleh bin Mohammed Al-Talib, di hadapan 12 tamu dari program Penjaga Dua Masjid Suci untuk Umrah dan Haji baru-baru ini. Ia menyebut pihaknya akan membahas berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi negara-negara Islam. Selain itu, langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi hambatan guna menyebarkan agama Islam yang sebenarnya. “Sebuah tugas besar berada di pundak kita, yaitu untuk mengidentifikasi dan mempertahankan status Islam yang sebenarnya, yang merupakan agama damai dan mengajarkan kita cinta, perdamaian, persaudaraan, kesetaraan, kemanusiaan, cara hidup, keadilan dan toleransi,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Arab News, Kamis (12/4/2018). Syeikh Al-Talib juga menekankan pentingnya mempersatukan umat Muslim untuk melawan bahaya yang akan datang. Hal itu untuk menghindari disintegrasi dan fragmentasi, dan untuk mewujudkan konsep persaudaraan Islam yang didasarkan pada cinta dan kehormatan. “Persaudaraan Islam kami yang mengumpulkan Muslim dari ujung barat jauh ke timur jauh dan menjadikan kami satu bangsa yang aman, mendorong kami untuk bekerja sama dan merasakan ikatan persaudaraan. Kita seharusnya tidak membiarkan siapa pun menembus barisan Muslim dan memicu perpecahan, kecurigaan, atau disintegrasi,” ungkapnya. Menurutnya, sejak 1.439 tahun yang lalu, Islam telah diserang. Namun, kekuatan Islam meningkat dengan orang-orang baru yang memeluk Islam setiap hari. Dia mencatat, bahwa negara Muslim terbesar saat ini dalam hal populasi adalah Indonesia, yang tidak menyaksikan 1.400 tahun pertempuran apapun di tanahnya. Karena, kata dia, masyarakat di Indonesia memeluk Islam melalui perdagangan dan transaksi komersial atau dengan memanggil seorang yang intelek. Dia juga meyakinkan para ulama Islam bahwa Islam tidak dapat dilemahkan dan akan menang. Sementara itu, Kepala Lembaga Bantuan di Norwegia, Dr Abdul Hamid Al-Ameen, menekankan, peran penting yang dimainkan oleh Arab Saudi di bawah kepemimpinan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman dalam menjaga umat Muslim dan melayani Islam.