Skip to Content

Makin Ketat, Provider Visa Terancam Dicabut Izinnya Jika Lakukan Ini

Author: | Posted on 10:40 am
Aturan diperketat untuk merapikan bisnis umrah. Provider visa yang ketahuan menjual visa umrah kepada travel non-penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) bakal disemprit oleh Kementerian Agama. Yaitu, PPIU Provider dijatuhi sanksi pembekuan izin selama 2 tahun, atau bahasa kerennya terkena Suspend 2 tahun. Sanksi ini diatur dalam pasal 27 ayat 3 Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8 Tahun 2018. Selama masa hukuman suspend itu PPIU provider visa tidak dapat memperpanjang izin provider. Nah, jika izin provider mau kadaluwarsa dan hendak diperpanjang, maka peluang itu tertutup sudah. Untuk meneruskan usaha providernya, pihak PPIU harus mengurus izin baru, mulai dari nol lagi. “Harga” visa umrah di kalangan provider sekarang berkisar US$ 67 – 70 per visa. Kendati akhir-akhir ini terjadi perang harga, sehingga visa umrah kabarnya bisa ditebus di bawah US$ 60, namun berapa pun harga visa bukan masalah bagi travel umrah tidak berizin (non PPIU). Yang penting mereka bisa meloloskan jamaahnya masuk ke Tanah Suci. Kondisi demikian cukup menggoda sebagian PPIU provider, demi memburu untung lebih besar US$ 5 – 10 ketimbang jualan visa ke travel berizin. Namun, dengan pemberlakuan SIPATUH (Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus), mulai pertengahan April 2018, kiranya setiap PPIU provider sudah tidak bisa bermain-main lagi. Risikonya teramat besar, hingga izin diberangus. Melalui kehadiran SIPATUH setiap visa yang menempel di paspor jamaah akan diperiksa detail. Pihak Imigrasi bandara akan mencocokkan setiap visa dengan nama dan atribut travelnya, apakah travel yang memberangkatkan jamaah itu mengantongi izin PPIU atau bodong. Ini saringan terakhir yang bisa meloloskan jamaah bisa melenggang terbang menuju ke Tanah Suci– manasik–