Dimanakah Posisi Asli Maqam Ibrahim?

Maqam Ibrahim adalah batu yang digunakan Nabi Ibrahim as untuk berpijak sewaktu beliau membangun kembali Ka’bah bersama dengan anaknya, Nabi Ismail as. Dari dulu hingga nanti, Maqam Ibrahim memiliki keutamaan. Beberapa keutamaan Maqam Ibrahim yakni dijadikan tempat shalat dan tempat dikabulkannya doa.

Kita mengenal Maqam Ibrahim seperti halnya saat ini, yaitu berada dalam kotak kristal berdiameter 2,3 meter berjarak 3 meter di depan Ka’bah. Benar memang. Namun, Maqam Ibrahim asalnya sebenarnya bukan di situ. Maqam Ibrahim yg sekarang adalah ‘pindahan’ dari tempat sebelumnya yg menempel di dinding Ka’bah.

Demikian juga dengan kotaknya. Kotak penutup Maqam Ibrahim juga berganti-ganti. Sempat terbuat dari perak dengan ukuran 6×3 meter sampai tahun 1967. Kotak yg sekarang adalah perubahan ke sekian kalinya setelah perubahan tersebut disetujui oleh Rabithah Alam Al Islamy.

Pada zaman Kekhalifahan Umar ibn Khatthab ra, Maqam Ibrahim dimundurkan agar memudahkan umat Islam dalam menjalankan thawaf. Namun, posisi asli Maqam Ibrahim masih dapat kita lihat pada dinding Ka’bah.

Beberapa bongkah batu (8 buah berbentuk persegi panjang) tempat diletakkannya Maqam Ibrahim pada posisi aslinya masih dapat kita lihat. Terutama jika kita melihat ke arah bawah Ka’bah pada dinding di sebelah kanan pintu Ka’bah. Pada posisi tersebutlah posisi asli maqam Ibrahim sebelum digeser menjauh dari kakbah.

Kini, Maqam Ibrahim terletak di 3 meter dengan dinding Ka’bah. Sedangkan jarak antara Maqam Ibrahim dengan sudut Ka’bah, dan Hajar Aswad adalah 14,5 meter. Jarak dengan Rukun Yamani adalah 14 meter dan jarak dengan sudut saluran air di Hijr Ismail adalah 13,25 meter.

Maqam Ibrahim berwarna seperti perunggu kehitaman. Cetakan kakinya Nabi Ibrahim terbuat dari besi yg kemudian dilapis emas. Rumah kacanya terbuat dari kaca setebal 10 centimeter yg tahan panas dan pecah.

Sebagaimana halnya dengan Hajar Aswad, posisi Maqam Ibrahim yg menempel di Ka’bah memiliki keistimewaan. Jika Hajar Aswad mengandung sunnah penghormatan dengan cara mencium atau mengusapnya, Maqam Ibrahim dihormati dengan melakukan shalat sunnah di belakangnya.= AIM