Melihat dari Dekat Sisi Dalam Kakbah

Kakbah dinamakan juga Bayt al `Atiq (بيت العتيق) atau rumah tua disebut dalam kitab-kitab suci dan kisah para Nabi. Dalam Alquran, surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Kakbah telah ada sebelum Nabi Ibrahim menempatkan Sayyidati Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Sekitar 13 tahun kemudian keduanya diperintah untuk meninggikan bangunan Kakbah. Saat perintah diberikan, bahkan Nabi Ibrahim belum mengetahui bahwa di sebelah sumur zam-zam itu ada pondasi Kakbah. Atas izin Allah, kedunya mengikuti petunjuk dan menemukan deretan batu pondasi yang sudah tertutup pasir.

Ini memang hanya sebuah titik kecil di permukaan bumi, namun keberadaannya atas perintah Allah, lokasinya dipilih Allah, ditandai oleh Malaikat, dibangun para Nabi hingga para pejabat. Kakbah dihadirkan sebagai kiblat sejak manusia pertama menjejakkan kaki di bumi hingga hari ini. Tidak perlu ditanyakan keistimewaannya, tetapi sudahkan kita mengenali bangunan paling disucikan sepanjang perjalanan umat manusia itu?

Meski pengetahuan tentang Kakbah sudah banyak ditulis dalam banyak kitab kuno dan buku-buku, namun bangunan berbentuk kubus di pusar bumi yang paling terkenal dalam sejarah umat manusia itu masih penuh dengan misteri. Umumnya informasi yang disampaikan selama ini berupa hal-hal besar yang memang tertulis dalam Alquran dan hadis Nabi yang didukung penelitian. Misalnya Kakbah sebagai pusat bumi, sebagai pemancar gelombang magnet terkuat di semesta, dan pegetahuan lain yang fenomenal terkait rumah Allah SWT ini.

Sebenarnya masih banyak hal yang tidak diketahui banyak orang terkait Kakbah. Terutama tentang hal-hal kecil yang membuat bangunan semakin terlihat unik. Perjalanan sejarah umat manusia turut mengubah Kakbah hingga akhirnya megah seperti sekarang ini. Beberapa hal yang dahulu dilakukan atau terjadi kini hilang seiring perkembangan dan pergantian kepemimpinan di Mekkah.
Berdasarkan catatan sejarah, Kakbah telah mengalami beberapa kali renovasi kecil maupun besar untuk menyelamatkan bangunan dari kerusakan. Renovasi lumayan besar berlangsung pada tahun 1996 hingga memperkuat pondasi. Semua hal tersebut sedikit mengubah keadaan di dalam Kakbah.

Secara jelas sebagaimana yang diperlihatkan dalam publikasi dokumentasi Kerajaan Arab Saudi (2015), isi dalam Kakbah hanya berupa ruangan kosong. Bahagian dalam Kakbah terdapat tiga pilar dari kayu gaharu terbaik. Ketiga pilar ini berjejer lurus dari utara ke selatan. Pada awal tahun 2000-an, bagian bawah ketiga pilar retak yang kemudian diperbaiki dengan diberi kuncian kayu melingkar di sekelilingnya. Pendirian ketiga pilar ini atas inisiatif Abdullah ibn al-Zubair empat belas abad yang lalu dan dilanjutkan hingga hari. Atap dalam Kakbah penuh dengan ukiran-ukiran mengagumkan, selain itu juga diberi lampu-lampu indah terbuat dari emas murni dan dari per¬hiasan-perhiasan indah lainnya. Lantai Kakbah dibuat dari batu pualam putih.

Dinding Kakbah bagian dalam dibalut dengan batu pualam war¬na-warni dan dihiasi ukiran bergaya Arab. Terdapat tujuh papan yang menempel di dinding ini yang bertuliskan nama-nama orang yang pernah merenovasi atau menambahkan sesuatu yang batu di dalam Kakbah atau Masjidil Haram. Itulah bagian dalam Kakbah, kiblat yang layak diketahui setiap muslim. Komponen pintu Kakbah pertama itu masih disimpan di beberapa museom sebagai peninggalan sejarah Islam.

Pada masa lalu, Kakbah dibuka dua kali sepekan, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Saat ini dibuka hanya dua kali setahun untuk mencuci batian dalam dengan air zam-zam, yaitu pada bulan Muharram dan hari pertama bulan Sya’ban. Saat penggantian Kiswah sebelum musim haji biasanya pintu Kakbah dibuka.

Selama bertahun-tahun banyak yang bertanya-tanya apa yang ada di dalam Kakbah. Mengandalkan cerita perantara orang kedua atau ketiga dari mereka yang cukup beruntung bisa masuk Kakbah, tentunya kurang memuaskan. Kemudian salah satu orang yang beruntung masuk, mengambil gambar dalam Kakbah dengan kamera ponsel. Dengan rekaman itu jutaan manusia telah melihat melalui video online yang buruk kualitasnya. Yang paling bagus adalah video documenter yang dikeluarkan kerajaan Saudi. Bagian dalam Kakbah sekarang dilapisi marmer dan kain hijau menutupi dinding bagian atas. Di dinding terdapat plakat yang menjelaskan pihak yang merenovasi atau pembangunan kembali Kakbah itu oleh penguasa pada masanya.

Saat ini tentu sangat susah untuk bisa masuk ke dalam Kakbah karena banyaknya peziarah yang datang. Hanya kalangan tertentu saja yang bisa masuk seperti tamu resmi kerajaan saja. Padahal dulu Kakbah boleh dimasuki siapa saja dan dibuka dua kali dalam sepekan bahkan orang-orang pun bisa shalat di dalam Kakbah. Penguasa berganti, peraturan berubah, semua demi menjaga kehormatan Kakbah. —- mahrusali—