Skip to Content

Hati-Hati, Distrik Aziziyah Mekkah Jadi Sarang Kriminal

Author: | Posted on 12:43 am
Distrik Aziziyah yang setiap musim haji menjadi salah satu tempat beribu umat Islam Indonesia ditempatkan, kini diberitakan sedang kurang aman sejak banyak tinggal pekerja dari luar Saudi Arabiaa. Seperti dilansir Saudi Gazette pekan lalu, Mamoun Nabhan, seorang warga Suriah, mengeluh tentang keamanan dan kebersihan yang buruk di distrik itu. “Alih-alih menempatkannya ke dalam kotak sampah, mereka malah menjadikan tempat itu senagai wahana berkembang biak bagi tikus dan nyamuk,” tandasnya. Warga Saudi lainnya Abdul Aziz Abdulkareem, juga bercerita tentang banyalnya kehadiran pekerja asing asal Somalia, Sudan, dan Ethiopia dan afek ketidakamanan. “Beberapa dari orang-orang ini menyerang orang-orang pada waktu larut malam dan mengambil uang dan barang-barang berharga dari korban-korban kejahatan mereka,” ujar dia. Pencuri itu, kata Abdulkareem, memanfaatkan ketidakhadiran patroli keamanan untuk melakukan berbagai kejahatan. Mereka lari ketika mereka melihat kendaraan polisi yang mendekat. Banyak pekerja asing tinggal di distrik itu bersama keluarga mereka. Mereka memilih tempat itu karena apartemen di sana bisa disewa dengan harga yang relatif lebih rendah. Sekelompok bujanganlazimnya tinggal bersama di rumah yang tersedia dengan menyewa SR1,400, dengan masing-masing membayar SR140. Banyak warga Saudi yang merasa tidak aman, telah pindah ke distrik lain yang aman. Beberapa pekerja asing telah mengubah banyak rumah yang ditinggalkannya itu menjadi tempat persembunyian untuk kegiatan kriminal. Kini, banyak pekerja asing berkeliaran di jalanan pada larut malam. Distrik telah menjadi terkenal karena kejahatan dan kegiatan ilegal. Abdullah Al-Barakati mengatakan beberapa pemuda telah mengubah koridor sempit di sana sebagai tempat untuk beristirahat dan mengobrol hingga larut malam. Faisal Al-Hejari salah satu warga Saudi mengtakan sudah berencana untuk keluar dari Aziziyah. Ini karena meningkatnya kejahatan dan kegiatan ilegal yang dilakukan para pekerja asing. “Tetapi situasi ekonomi saya tidak memungkinkan saya untuk pergi,” ujarnya. Senada dengan itu warga Saudi lainnya, Abdul Rahman Al-Ghamdi mengatakan distrik itu memang tidak memiliki banyak layanan penting. “Pekerja ilegal telah menjadikan distrik tempat persembunyian untuk operasi mereka. Banyak penyusup telah menetap di distrik sebagai cara untuk memanfaatkan tidak adanya jangkauan pengawasan pengamanan,” tutur Al-Ghamdi. Bahkan, sejumlah orang kerap kali berkeliaran di jalan-jalan Aziziyah dan dapat mengancam keamanan dan keselamatan publik, terutama keselamatan perempuan dan anak-anak.