Skip to Content

Pintu Kakbah dari Waktu ke Waktu (1)

Author: | Posted on 5:23 pm
Pintu Kakbah dari generasi ke generasi menjadi salah satu ‘center point’ perhatian umat. Sejak kapan Kakbah berpintu, para sejarahwan Islam masih bersilang pendapat. Riwayat hanya menyebut bahwa awalnya ada dua pintu Kakbah dengan posisi setara tanah sebelum ditinggikan seperti terlihat saat ini. Orang-orang masuk dari pintu timur dan keluar melalui pintu barat. Hal itu berlangsung selama beribu tahun hingga suatu ketika untuk pertama kali bentuk bangunan purba tersebut berubah pada renovasi yang dilakukan suku Quraisy akibat kekurangan biaya sehingga tinggal menyisakan satu pintu di sebelah timur dan bagian utara dikurangi sehingga menyisakan Hijir Ismail yang kini berada terpisah dari bangunan utama. Bentuk tersebut tampak seperti Kakbah yang kita lihat pada hari ini. Sumber data tentang pintu Kakbah di masa awal memang kurang memadai sehingga terjadi beda pernyataan yang jaraknya pun sangat jauh antar generasi. Sebuah riwayat menyebut bahwa pintu pertama kali dibuat oleh Anusy, anak Nabi Syits. Saat itu pintu yang dibuat hanya berbahan selembar papan tanpa kunci. Ada pula yang menyebut bahwa pertama kali dibuat pada masa Nabi Ibrahim AS dan Ismail. Riwayat menyebut bahwa hingga masa Nabi Ismail dua pintu Kakbah belum memiliki daun pintu dan untuk pertama kalinya Kakbah diberi lembar pintu oleh Tubba As’ad Abu Karb al-Khuamiri, seorang raja berasal dari Yaman. Ia juga yang pertama kali memasang kiswah. Tubba disebut sebagai orang pertama yang memasang kiswah dan melekatkan kunci pada pintu Kakbah, kemudian Jurhum melakukan perubahan dengan membuat pintu dari dua belah papan lengkap dengan kuncinya. Ketika Kakbah dipugar oleh Suku Qurasy pada masa mudanya Nabi Muhammad SAW, pintu Kakbah diperbarui dengan dua lembar papan tebal dan melekatkan kunci pada pintu. Setelah Nabi SAW wafat dan Mekkah dipimpin Abdullah bin Zubair, renovasi pintu tidak mengubah bentuknya dari yang lama, hanya saja menambahkan tingginya menjadi 11 hasta atau sekitar 5 meter. Namun tinggi pintu itu diubah lagi oleh Hajjaj ke bentuk zaman sebelum Nabi SAW, ia memendekkan pintu menjadi 6 hasta atau kurang dari 3 meter. Pada masa kekhalifahan Abbasiyah, Khalifah Al Amin Muhammad putra dari Harun Ar Rasyid memberikan perintah untuk merenovasi pintu Kakbah pada tahun 194 H atau 816-an M. Oleh karena menghendaki agar pintu Kakbah terlihat lebih indah maka ia mengirimkan dana sebesar 16.000 dinar untuk menghiasi pintu Kakbah dengan ornamen terbuat dari emas dan perak. Kemudian pada masa kepemimpinan Khalifah Almu’tashim Billah, dibuatlah kunci pintu Kakbah dengan emas senilai 1000 Dinar pada tahun 219 H atau 921-an M. Khalifah Al Mu’tahashim Billah bermaksud hendak menukar kunci lama dengan kunci baru terbuat dari emas, namun akhirnya penukaran ini tidak terjadi dan anak kunci yang lama diserahkan kepada penjaga pintu Bani Syaibah.