Skip to Content

Setelah Tiga Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Lahir SAPUHI

Author: | Posted on 5:20 pm
Asosiasi travel penyelenggara umrah dan haji di Indonesia bertambah satu lagi dengan kehadiran Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI), yang digagas di Jakarta, Senin (28/5/2018) malam. Pembentukan SAPUHI mendapat sokongan dari sekitar 120 travel penyelenggara haji dan umrah. Mereka adalah penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) yang sebelumnya menginduk pada Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) hasil Munas II pimpinan Syam Resfiadi. Mereka telah menandatangani surat pernyataan Pembentukan Asosiasi Baru dan Pengunduran Diri Dari Asphurindo. “Kami yang bertanda tangan menyatakan menyetujui dibentuknya asosiasi baru dengan nama SAPUHI (Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia), dan menyatakan mengundurkan diri dari Keanggotaan Asphurindo.” Demikian bunyi pernyataan itu. Asphurindo Munas II terakhir mencatatkan jumlah anggota sebanyak 200 travel penyelenggara umrah dan haji khusus. Selain Asphurindo, ada tiga lagi asosiasi atau wadah travel umrah dan haji. Yaitu, Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh), Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), dan Kesatuan Travel Umrah dan Haji Republik Indonesia (Kesthuri). Travel-travel penggagas SAPUHI selanjutnya akan bertemu lagi pada momen Halal Bihalal Idul Fitri 1439 Hijriah di Jakarta, sekaligus mendeklarasikan secara resmi SAPUHI dan pembentukan formatur guna menyiapkan susunan kepengurusan. Setelah itu, mereka mengagendakan musyawarah nasional (Munas) perdana, yang waktunya diperkirakan selepas penyelenggaraan haji pada Agustus 2018. Kehadiran asosiasi baru SAPUHI telah mendapat restu dari Kementerian Agama RI yang notabene regulator penyelenggaraan haji dan umrah. (mansik