Musim Haji Tahun ini Kereta Haramain Beroperasi

Tahun ini jemaah haji sudah bisa menikmati fasilitas kereta cepat Haramain. Direktur jenderal proyek, Mohammed Abdulhafiz Fida mengatakan kereta tersebut akan membawa perubahan dramatis dalam transportasi peziarah dan penumpang lain antara dua kota suci Makkah dan Madinah.

“Orang-orang dari daerah Makkah dan Madinah serta peziarah yang datang untuk haji dan umrah akan dapat menikmatinya tahun ini,” tutur Fida seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazette, Selasa (26/06/2018).

Namun, ia belum menyebutkan waktu operasional perdana. Ia menggambarkan Haramain Railway sebagai salah satu proyek kereta api terbesar di kawasan Timur Tengah. Bahkan, dinilai akan mengurangi kepadatan di jalan raya antara Makkah dan Madinah serta menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan peziarah dan penumpang lainnya.

“Kereta api memastikan perjalanan yang aman dan nyaman antara dua kota suci,” ujarnya.

Kereta Haramain akan melewati Jeddah dan Raja Abdullah Economic City di Rabigh. Kereta ini akan mengurangi waktu perjalanan antara Makkah dan Madinah menjadi dua jam dan 15 menit dengan kecepatan 300 km per jam.

Selain itu, kereta api ini juga memiliki lima stasiun di Bandara Udara Makkah, Madinah, Jeddah, Rabigh dan King Abdulaziz. Kereta dirancang sesuai dengan arsitektur Islam dengan fasilitas moderan untuk melayani kenyamanan ribuan penumpang setiap harinya.

Adapun masing-masing dari lima stasiun memiliki ruang tunggu untuk keberangkatan dan kedatangan penumpang, ruang tunggu, toko, restoran, kafe, tempat parkir dan ruang VIP. Di sampingnya ada masjid untuk 1.000 jemaah, sebuah helipad dan sebuah pusat Pertahanan Sipil.

Stasiun di Makkah terletak dekat dengan Rusaifa, sekitar tiga km dari Masjidil Haram. Sedangkan stasiun Madinah terletak di Kota Pengetahuan di King Abdul Aziz Road, yang menghubungkan stasiun kereta api dengan Masjid Nabawi.

Stasiun utama di Jeddah terletak di Sulaimaniya di sepanjang Jalan Tol Makkah. Stasiun Jeddah kedua berada di Bandara Internasional King Abdulaziz, gerbang utama para peziarah ke Mekah. Stasiun Rabigh terletak dekat dengan King Abdullah Economic City.

“Proyek ini juga mencakup 850 bagian untuk air hujan, banjir dan limbah. Sedangkan kapasitas stasiun kereta api di stasiun Jeddah sendiri dapat menangani lebih dari 25 ribu penumpang per jam,” pungkasnya.

Proyek ini bertujuan untuk mengangkut 60 juta penumpang setiap tahun menggunakan 35 kereta api berkecepatan tinggi, masing-masing dengan kapasitas 417 kursi. Kapasitas dapat digandakan menjadi 834 dengan menambahkan dua mobil.

Sementara itu, sebanyak 35 kereta akan dijadwalkan ulang mengingat banyaknya penumpang musiman. Sebuah situs elektronik akan diluncurkan menjelang awal operasi komersial. Akan ada juga aplikasi telepon seluler khusus dan titik penjualan tiket otomatis di stasiun. Pengembang juga akan membuat kantor reservasi.

“Kami berjanji untuk biaya yang dikeluarkan penumpang tidak akan membenani dan sesuai dengan pelayanan,” tandasnya.

Penumpang akan dapat melakukan perjalanan antara dua kota suci dengan membayar biaya terendah. Kereta akan memiliki kelas eksekutif dan ekonomi.