SIPATUH Terapkan Aturan, 13 Jamaah Travel Umrah Tidak Berizin Tertahan

Direktorat Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama RI sedang menelusuri identitas provider penerbit visa umrah jamaah Ziezie Travel, yang terbukti tidak memiliki izin penyelenggara umrah.

Ziezie Travel diketahui memberangkatkan 13 orang jamaah umrah yang kemudian gagal pulang ke Tanah Air sesuai jadwal. Mereka berangkat sebelum Lebaran 1439 Hijriah, dan dijadwalkan kembali ke Indonesia tanggal 20 Juni 2018.

Yang terjadi, hingga berita ini ditulis, ke-13 jamaah itu belum bisa pulang ke Tanah Air. Mereka kini dalam penanganan tim Kantor Urusan Haji (KUH), dan seluruhnya diinapkan di wisma haji Indonesia di Mekah.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim, memastikan ke-13 orang jamaah umrah tersebut diberangkatkan oleh Ziezie Travel, yang kemudian diketahui tidak mengantongi izin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Ziezie belum terdaftar di Kementerin Agama,” ungkap Arfi dalam laman Kemenag (www.kemenag.go.id), Kamis (28/6).

Arfi memastikan akan memberi sanksi tegas kepada provider yang memfasilitasi travel Ziezie dalam mendapatkan visa umrah.

Menurut dia, pihaknya masih menelusuri provider yang memfasilitasi penerbitan visa.

“Sebagai PPIU jika terbukti memfasilitasi travel tidak berizin, maka pasti akan terkena sanksi,” ujarnya menegaskan.

Mengutip Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8 Tahun 2018, Arfi menyatakan, provider yang menfasilitasi visa travel non-PPIU, nantinya tidak akan diberikan pengesahan.

“Artinya, tahun depan tidak bisa lagi menjadi provider visa,” katanya.

Sementara, bagi PPIU yang meminjamkan legalitas perizinannya pada travel tidak berizin, travel yang bersangkutan akan dicabut izinnya.

Arfi menyebutkan pihaknya sudah menerima data dan laporan ke-13 jamaah umrah yang kini masih berada di Mekah. Pihaknya bersama tim sedang mempelajari sekaligus menentukan kemungkinan sanksi yang akan diberikan.

Staf Teknis I KUH KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi Basori mengungkapkan tim KUH KJRI Jeddah sudah berkoordinasi dengan muassasah yang terlibat dalam proses pemberangkatan perjalanan umrah Ziezie Travel.

Dia menambahkan, tim KUH mengupayakan bantuan muassasah agar ke-13 jamaah umrah tersebut bisa segera dipulangkan ke Indonesia– manasik—