Skip to Content

Perlu Keberanian untuk Wujudkan Bank Haji-Umrah

Author: | Posted on 2:48 am
Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher mengatakan, saat ini tengah mendiskusikan pengadaan bank umrah dan haji. Keberadaan bank ini guna menjamin dana umrah dan haji para jamaah dan mengantisipasi terjadinya kerugian bagi calon jamaah yang gagal berangkat. Namun, Ali mengakui hingga saat ini rencana tersebut masih berbentuk masukan dan belum didaftarkan sebagai inventaris masalah. “Itu sudah menjadi masukan bagus, tapi belum sampai ke daftar inventaris masalah. Memang dengan adanya bank umrah atau bank haji kepastian dan jaminan jamaah dapat lebih jelas,”jelasnya belum lama ini. Sebagai tindak lanjutnya, Ali mengaku saat ini telah melakukan beberapa perencanaan sebagai upaya realisasi bank umrah dan haji. Salah satunya adalah rencana melakukan studi banding ke beberapa negara yang telah mengaplikasikan kebijakan serupa. Malaysia adalah salah satu negara yang telah menerapkan tabungan haji. “Menurut saya kenapa Indonesia saat ini belum bisa itu (menerapkan bank umrah dan haji, Red) karena belum ada keberanian saja. Mudah-mudahan masukan dari teman teman akan mempertajam substansi perencanaan Undang-Undang Haji,” ujar Ali. Terkait inventaris masalah yang telah terselesaikan, Ali mengatakan, hingga kini Komisi VIII telah menyelesaikan 600 dari 1.000 masalah yang terdata dalam daftar. Dia juga memastikan akan segera menyelesaikan daftar inventaris masalah tersebut sebelum musim haji datang. “Sampai saat ini daftar inventaris masalah sudah mencapai 600 dan sisanya masih terus kami kejar,” kata dia.