Skip to Content

Musim Haji Makin Dekat, Waspadai Cuaca Ekstrim Panas di Saudi

Author: | Posted on 3:10 am
Cuaca ekstrem dengan suhu panas lebih dari 50 derajat celcius pada siang hari akan menghampiri sejumlah wilayah Arab Saudi mulai pertengahan Juli 2018. Periset iklim Abdul Aziz Al-Hussaini dalam paparannya menghubungkan kenaikan suhu panas mulai pekan depan dengan peredaran bintang Gemini. “Periode ini akan memiliki hari-hari terpanas di tahun ini. Periode ini disebut Tabbakh Al-Tamr karena terjadi pada saat puncak penanggalan di bulan Juli-Agustus,” ujarnya kepada koran berbahasa arab Al-Watan, pekan ini. Sejumlah ciri pembeda dari kondisi iklim pada periode 15 Juli hingga 15 Agustus, yaitu hari akan memiliki malam-malam terpanjang dan waktu siang terpendek. Suhu panas sekitar 48 derajat celcius yang disertai angin berdebu akan terjadi di beberapa wilayah. Di wilayah pesisir provinsi timur Saudi, angin laut akan (sedikit) meredam panas dengan suhu mencapai 42 derajat celcius. Secara bersamaan, suhu di daerah antara pantai timur dan provinsi Riyadh akan meningkat hingga mencapai 50 derajat celcius. Al-Hussaini mengatakan, wilayah Riyadh, Qassim, dan Al-Kharj akan memiliki suhu 48 derajat celcius. Wilayah Hafr Al-Batin dan Ahsa akan memiliki suhu hampir 50 derajat celcius, sementara wilayah Al-Jouf akan bersuhu 46-47 derajat celcius. Adapun di seluruh kota Saudi termasuk Mekah, Jeddah, dan Madinah, suhu panas akan berkisar 40-45 derajat celcius. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak keluar rumah pada saat jam kerja, terutama antara pukul 10 pagi hingga 4 sore “Orang-orang harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan jika mereka keluar rumah selama periode ini, seperti minum lebih banyak air putih dan jangan membiarkan anak-anak terpapar terik matahari.” Masyarakat juga diimbau untuk menjauhi tempat-tempat keramaian yang suhu panasnya meningkat, karena membahayakan kesehatan. Bagi jamaah haji, dapat meredam paparan terik matahari dengan berpayung putih dan mengenakan kacamata hitam jika beraktivitas di luar pondokan, banyak meminum air putih, makan buah-buahan, serta menghindari tempat-tempat sangat ramai (kerumunan massa) yang tidak terkait dengan kegiatan beribadah.– mnasik