Skip to Content

Dosen dari Aceh Ini Raih Penghargaan sebagai Tokoh Ekonomi Syariah

Author: | Posted on 12:04 pm
Dosen asal Provinsi Aceh, M Yasir Yusuf mendapat penghargaan sebagai tokoh ekonomi syariah. Penghargaan itu diberikan dalam acara Festival Ekonomi Syariah regional Sumatera baru-baru ini. M Yasir Yusuf dinggap telah memiliki andil besar dalam ide dan aplikasi yang menerapkan dalam mengembangkan ekonomi syariah ditengah masyarakat daerahnya. Penghargaan itu didasarkan pada berbagai hal yang mencakup pengubahan paradigma masyarakat, inovasi dalam pengembangan terhadap ekonomi syariah, dan kegiatan konsisten dalam pengembangan ekonomi. Dalam sambutannya, Yasir menjelaskan untuk pengembangan ekonomi syariah sendiri yang mendirikan sebuah koperasi Baitul Misyhaq yang memiliki visi untuk membasmi penyewaan dari pasar kepada masyarakat. Koperasi yang dibentuknya tahun 2016 lalu dimulai dengan modal Rp3,2 juta yang kini berkembang menjadi Rp150 juta. “Awalnya dari 3 orang penerima, sekarang sudah ada 85 penerima dan anggota koperasi itu jadi tidak lagi dengan rentenir. Perkembangan itu kini mendukung pemerintah dan pemangku yang ada,” kata Yasir. Konsep yang merupakan qordul Hasan, yaitu nilai pengembalian sama dengan jumlah uang yang diawal. Terjadi, karena anggota koperasi itu bersedekah. “Kalau pinjam Rp500 ribu kembalikan Rp500 ribu,” ujarnya. Selain itu, biaya untuk perubahan tanggung jawab Perusahaan Sosial tanggung jawab (CSR) Islami dengan pengubahan konsep konvensional menjadi berbasis syariah. Upaya ketiga, menarik pengusaha untuk ekonomi syariah yang bebas dari unsur riba. “Jawaban sudah ada 120 pengusaha muslim yang hijrah. Saya bersama teman-teman juga sekarang sedang membina bank pekerja untuk menerima dan memastikan konsepsi ekonomi syariah. Sebab, bank Aceh itu sedang diupayakan untuk menjadi menjadi syariah,” urainya. Ke depan, pihaknya memiliki sasaran agar Peraturan Daerah tentang lembaga keuangan syariah segera disahkan DPRD. “Sekarang sedang disusun perda itu, keuangan keuangan di Aceh berbasis syariah, kecuali pada bank konvensional yang sudah lama beroperasi. Dengan kewajiban keuangan syariahnya,” tuturnya