Masjid Ghamamah, Alun-Alun Madinah Zaman Nabi

Bagi Jamaah haji yang pernah membaca sirah Nabawi, pernah terjadi masa paceklik panjang, kemudian Nabi dan para sahabat penduduk Madinah menggelar shalat istisqa’ dan seketika terjadi hujan. Di tanah lapang tidak jauh dari masjid Nabawi ini Nabi juga menggelar shalat Id setiap tahun selama 10 tahun. Kini di lokasi tersebut dibangun sebuah masjid.

Masjid Ghamamah terletak sekitar 500 meter dari gerbang pintu 6 masjid Nabawi. Diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad menunaikan salat Id pada tahun 631 Masehi. Juga tempat Nabi Muhammad salat Istisqa yang membuat seketika Madinah diselimuti awan diiringi hujan lebat. Oleh karena itu, masjid dinamakan Ghamamah yang artinya awan.

Pada jaman Rasulullah Saw. merupakan alun-alun atau tanah lapang di tengah-tengah kota. Setiap shalat hari raya Idul Fitri atau Idul Adha Nabi selalu melaksanakan di alun-alun ini, juga pada waktu Shalat Istisqa (shalat minta hujan) karena pada acara-acara tersebut Nabi memerintahkan semua kaum muslimin mengikutinya termasuk para wanita yang sedang haid. Ketika Nabi Muhammad Saw. dan penduduk kota Madinah melakukan shalat minta hujan, belum lagi acara itu selesai, sudah datanglah mendung kemudian menurunkan hujan.

Dari riwayat lain dikatakan “pada suatu ketika Nabi khutbah Idul Fitri terlalu panjang atau lama sehingga para jamaah gelisah karena terik matahari, datanglah mendung atau awan tebal yang menutupi matahari hingga acara selesai”. Untuk mengingatkan acara ini dibangunlah sebuah masjid yang diberi nama Masjid Ghamamah yang berarti awan atau mendung. Masjid ini sampai sekarang masih digunakan shalat lima waktu bagi orang-orang disekitar, namun tidak lagi digunakan tempat shalat Idul Fitri, Idul Adha, Istisqa, atau Jum’atan.