Jamaah Umrah Harus Rekam Biometrik untuk Dapatkan Visa

Kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang menetapkan aturan rekam biometrik untuk pengajuan visa umrah membuat jamaah Indonesia mulai mendatangi Pusat Layanan Visa untuk Arab Saudi. Salah satunya yakni di VFS TasHeel Epiwalk, Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Dari pantauan Republika.co.id, Senin (1/10), beberapa warga yang hendak berangkat umrah mulai mencari informasi di VFS TasHeel Epiwalk yang baru diresmikan keberadaannya oleh Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Sabtu (29/9) lalu.

Sebelum adanya kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi, pemeriksaan biometrik jamaah umrah dilakukan ketika jamaah telah mendarat di Bandara Arab Saudi. Dengan adanya aturan itu membuat biro perjalan umrah pun harus memastikan jamaah yang merupakan konsumennya telah melakukan rekam biometrik di dalam negeri agar memperoleh visa untuk berumrah.

Untuk dapat melakukan rekam biometrik, jamaah hanya perlu membawa paspor, keterangan dari biro umrah (khusus yang melakukan rekam biometrik secara individu), dan membawa uang sebagai biaya rekam biometrik sebesar Rp 120 ribu.

Pengunjung VFS TasHeel Epiwalk lainnya, Hassan mengatakan rekam biometrik bagi jamaah yang hendak berangkat umrah merupakan hal yang wajar. Menurutnya rekam biometrik sangat diperlukan terutama bagi warga Indonesia yang hendak melakukan umrah maupun dalam pelaksanaan haji.

Dia mengatakan, biaya rekam biometrik bagi jamaah yang hendak umrah pun sesuai standar. Selain itu, masyarakat perlu bersabar dan tertib mengikuti semua prosedur untuk memperoleh visa perjalanan umrah. “Prosesnya sama seperti rekam biometrik kunjungan ke negara lain, Eropa misalnya. Tak butuh waktu lama juga, saya pikir diikuti saja atruannya,” tutur Hassan.