Pintu Kakbah dari Masa ke Masa (2)

Pintu Kakbah ini mengalamai perbaikan total pada tahun 1040 H, ketika itu Sultan Murad IV (16 Juni 1612 – 9 Februari 1640), anak dari Sultan Ahmad Khan memberikan perintah untuk pembuatan pintu Kakbah yang baru dan mengirimkan yang lama kepadanya. Kemudian penguasa Mesir mengirimkan seorang ahli pertukangan ke Mekkah, bernama Yusuf Al Mu’ammar, pembuatan pintu Kakbah pun berlangsung di Mesir (Oktober 1629 – Maret 1630) dan pada 17 Rabiul Awal 1045 H pintu itu dikirim ke Mekkah. Yusuf Al Mu’ammar hanya membuat pintu kayu biasa yang ditutup dengan kain putih, tanpa ada balutan perak dan emas. Kemudian dua hari setelah itu tepatnya tanggal 19 Rabiul Awal 1045 H, diadakan musyawarah antara pembesar Mekkah dan Mesir untuk mengambil keputusan agar melekatkan perak pada pintu Kakbah lalu perak yang telah melekat pada pintu yang lama diambil untuk menghiasi pintu yang baru juga dilapisi emas.

Inilah pintu yang bertahan selama 324 tahun, kemudian pada tahun 1366 H atau 1944 M, Raja Arab Saudi yang juga merangkap sebagai Raja Mekkah, Abdul Aziz bin Abdurrahman Ali Saud, memberikan perintah untuk membuat pintu yang baru dari kayu gaharu India yang harum baunya kemudian dibalut dengan perak dan emas yang konon beratnya mencapai 280 Kg. Pintu tersebut dibuat di Mekkah oleh Yusuf Badar, sedangkan ukiran yang tampak di permukaan dibuat oleh Abdurrahim Bukhari. Pembuatan pintu itu baru selesai selama 3 tahun (1947). Pada bagian bawah pintu tertulis nama Malik Abdul Aziz bin Abdurrahman Ali Saud.

Pada 1977, Raja Khalid Abdul Aziz melihat adanya goresan di bagian bawah pintu saat shalat di Masjidil Haram. Dia langsung memberikan perintah agar dibuat pintu yang baru dan dibuat juga pintu kecil di sebelah utara Kakbah. Pintu Kakbah yang dibuatnya dilapisi dengan 280 KG emas. Kemudian yang mengawasi renovasi itu adalah Pangeran Fahd Abdul Aziz dan selesai pada saat Fahd menjadi Raja berikutnya.
Pada tahun 2015, di bawah Raja Salman Abdul Aziz pemerintah Arab Saudi merenovasi dan memasang ulang pintu Kabah di Masjidil Haram. Renovasi ini memakan biaya hingga 13,5 juta riyal Saudi atau lebih dari Rp46 miliar. Pintu Kakbah terbuat dari alumunium setebal 2,5 cm dan tinggi 3,10 meter. Kemudian alumunium itu dilapisi lempeng perak yang dicelup emas.

Pintu Kakbah ini berjarak 2,25 meter dari latai tawaf sedangkan tinggi atau panjang daun pintu mencapai 3,06 meter dan lebarnya 1,68 meter. Pintu Kakbah dihias 15 bagian kaligrafi thulusi dari 99 Asmaul Husna terbuat dari perak dan emas, dimulai dari tepian pintu hingga ke tengah. Pada bagian tengah, ada lingkaran-lingkaran berisi ayat-ayat Alquran karya pakar kaligrafi dan designer terbaik Arab Saudi yang dilibatkan dalam pembuatan pintu Kakbah. Adapun pintu kuno zaman Sultan Murad tahun 1630 M, pintu zaman Raja Abdul Aziz tahun 1947 M dan pintu zaman Raja Khalid Abdul Aziz tahun 1977 kini tersimpan di museum di pinggiran kota Mekkah. #bbs#wallahualam