Rebut dan Kuatkan Ekonomi untuk Kemandirian Umat

Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia H. Ismed Hasan Putro kembali menegaskan perlunya IPHI menjadi pelopor dalam penguatan ekonomi dan bisnis umat.

 

“ Saya ingin menambahkan bahwa IPHI saat ini harus menggeser laju pergerakannya ke sektor ekonomi dan bisnis umat. Ada potensi besar yang harus dikembangkan oleh para haji agar umat ini semakin kuat secara ekonomi. Umat Islam tidak boleh hanya dijadikan pasar atau konsumen saja,”urainya dalam sambutan  pembukaan Musywil II PW IPHI NTB, Sabtu (23/3/2019).

 

Mantan Direktur RNI ini yakin, berdasarkan data dan fakta yang ia jumpai di beberapa daerah, tidak sedikit pengurus IPHI dari kalangan pengusaha. Mereka sudah menguasai sebagian distribusi barang-barang konsumsi. Sebagian lagi bergerak di sektor produksi.

“Kita akan ambil porsi di sembilan bahan pokok dan keperluan rumah tangga lainnya. Kita akan dirikan gerai-gerai sembako atau warung haji.  Kita sudah siapkan izin, juga siap produksi dan kemas beberapa barang kebutuhan masyarakat,”tambahnya penuh semangat.

 

Dijelaskan, saat ini, jaringan tokoh retail yang menguasai pasar hingga ke pelosok negeri ternyata sahamnya dimiliki penguasaha kecil-kecil di Hongkong dan Singapur. Setiap tahun lebih dari Rp2 trilyun uang masyarakat tersedot ke atas lalu dinikmati penduduk Hongkong dan Singapur. Hal ini harus diantisipasi dengan menggerakkan kekuatan ekonomi dan bisnis umat.

“IPHI harus rebut dan bergerak cepat, agar ekonomi dan bisnis umat bangkit,”pungkasnya.