Gubernur NTB: Semua Ormas Islam Dapat Bersatu dalam Persaudaraan di IPHI

Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia merupakan wadah  strategis dalam perjuangan dan dakwah di tanah air. Semua organisasi massa Islam dapat diikat dalam satu persaudaraan di IPHI.

“ Semua unsur organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, MUI, Nahdlatul Wathan, Persis dan lainnya dapat berkumpul di IPHI. Terlebih para haji diikat dalam satu persaudaraan,” demikian disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H.  Zulkieflimansyah, Sabtu malam (23/3/2019).

Gubernur membuka Musyawarah Wilayah II PW IPHI NTB yang dihadiri para tokoh masyarakat, pejabat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di NTB, para utusan PD IPHI dari 10 kabupaten/kota dan jajaran PW IPHI NTB. Tampak hadir dari awal antara lain Ketua Umum PP IPHI H. Ismed Hasan Putro, Sekjen PP IPHI H. Sam Nashir dan Bupati Lombok Timur H. Sukiman Azmi, selaku Ketua PW IPHI NTB.

Dalam sambutannya, alumnus Fakultas Eknonomi Universitas ini menegaskan bahwa haji yang  di negara Barat dikenal dengan sebutan ‘pilgrime atau pilgrimage’ juga dikenal di agama samawi lain. Yaitu sebuah perjalanan suci (holy expedition, religious journey) dan penyerahan yang membebaskan seorang hamba menuju transedensi kepada Tuhan.

Oleh karena itu, seorang haji tercerahkan. “Satu hal yang penting, bahwa sejak zaman kolonial, para haji yang kembali dari tanah suci ke tanah air menjadi pribadi yang tercerahkan sehingga memiliki kekuatan untuk melawan penjajahan dan ketikdakadilan. Para haji kemudian menjadi pelopor perubahan sosial dan panutan atau teladan di tengah masyarakat,”tambahnya.

 

Mantan anggota DPR RI yang menjabat sebagai gubernur sejak 19 November 2018 ini berharap IPHI di NTB menjadi organisasi pelopor dalam dakwah, terlebih saat ini memiliki program penguatan ekonomi dan bisnis umat.  “Saya harap semua gembira dan mendukung IPHI di NTB ini,”pungkas doktor bidang ekonomi ini.