Manasik Haji IPHI Kota Berakhir, Wali Kota Ingatkan JCH Jaga Kesehatan

Banda Aceh – Manasik haji tahun 2019 yang diselenggarakan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Banda Aceh telah berakhir. Penutupan manasik ditutup secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM, Minggu (28/4/2019) di pendopo Wali Kota.

Manasik haji ini dimulai pada 3 Februari lalu yang juga dibuka Wali Kota di Masjid Raya Baiturrahman. Kegiatan ini telah berjalan selama tiga bulan, diikuti oleh 77 Jamaah Calon Haji (JCH) laki-laki dan 90 JCH perempuan.

Saat menyampaikan sambutannya, Wali Kota meminta seluruh JCH dapat menjaga kesehatan jelang keberangkatan ke tanah suci.

“Kalau dihitung dari sekarang mungkin sekitar dua bulan lagi berangkatnya. Saya pikir kondisi kesehatan sangat penting untuk dijaga,” ujar Aminullah mengingatkan para peserta manasik.

Menurut Wali Kota, setelah mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang berhaji dari para pembimbing tugas JCH selanjutnya adalah menjaga kebugaran dan kesehatan, karena menjadi modal penting bagi JCH saat menunaikan ibadah haji nanti.

“Mungkin mulai dari sekarang bisa dijaga pola makan agar kesehatan tetap prima. Karena ibadah haji butuh kesiapan fisik dan stamina,” kata Aminullah.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota mengaku bangga karena seluruh peserta dinyatakan lulus mengikuti manasik. Bahkan Aminullah menyerahkan ‘Bungong Jaroe’ untuk tiga JCH terbaik laki-laki dan tiga JCH terbaik perempuan.

“Saya sangat bangga karena semua peserta dinyatakan lulus. Artinya semuanya siap menjalankan ibadah haji secara mandiri,” ungkap Aminullah.

Aminullah berharap seluruh JCH asal Kota Banda Aceh tahun ini dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna dan kembali ke Banda Aceh sebagai haji yang mabrur.

JCH asal Kota Banda Aceh tahun 2019 berjumlah 700 orang lebih. Dijadwalkan akan berangkat 24 Juli nanti.

“Sebelum berangkat kita ingin membuat acara peusijuk dan pelepasan. Kita lihat dimana lokasi yang mendukung, karena ini jumlahnya lebih 700 orang,” kata Aminullah.

“Saya sampaikan apresiasi kepda IPHI Kota atas kerja keras menggelar manasik setiap tahunnya,” ujar Aminullah.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota menyampaikan respon soal IPHI kota yang belum memiliki sekrtariat. Kata Aminullah, Pemko akan segera mencarikan solusi memfasilitasi IPHI memiliki bagunan sekretariat untuk berkantor.

Terkait dengan lokasi manasik, Wali Kota menyebutkan kedepan para JCH Banda Aceh akan memiliki tempat melaksanakan manasik yang representatif. Karena Pemko akan membangun Nurul Arafah Islamic Center (NAIC) di kawasan Ulee Lheue. NAIC nantinya, selain sebagai lokasi zikir juga di desain untuk dapat digunakan sebagai tempat manasik haji.

Ketua IPHI Kota Banda Aceh, Abdullah Basyah menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota yang selama ini telah mensupport kegiatan-kegiatan yang dilakukan IPHI Kota.

“Sejak dari awal dimulainya manasik ini, kami melihat Pak Wali dan jajaran sangat mensupport. Bahkan pernah suatu waktu Pak Wali baru turun pesawat langsung ke lokasi acara yang digelar IPHI, terimakasih Pak Wali,” ujar Abdullah Basyah.

Abdullah Basyah menyebutkan, manasik yang digelar kali ini benar-benar mendapatkan antusias dari para peserta. Bahkan di akhir pertemuan juga digelar ujian untuk melihat sejauh mana pengetahuan tentang berhaji yang gelah didapatkan para peserta.

“Ujian yang kita lakukan untuk melihat sejauh mana pengetahuan para JCH selama mengikuti manasik. Harapan kita semuanya dapat menjalankan ibadah haji secara mandiri dan tidak bergantung pada jamaah yang lain,” tutupnya.

Turut hadir pada penutupan manasik ini, Wakil Ketua MPU Kota, Kepala DSI Kota, Alizar dan para pengurus IPHI kota Banda Aceh. (mkk) bandaacehkota.go.id