Jemaah Keterbatasan Fisik Diimbau Wakilkan Lempar Jumrah

Makkah (PHU)—Jemaah calon haji dari Indonesia dengan keterbatasan fisik dan tingkat kebugaran yang kurang baik saat puncak musim haji diimbau untuk mewakilkan lempar jumrahnya kepada teman serombongan.

Kepala Satuan Operasi Armuzna (Arafah-Muzdalifah-Mina) Jaetul Muchlis di Mekkah, Minggu waktu setempat mengatakan untuk mengantisipasi dan meminimalisi kejadian yang tak diinginkan di Jumarat maka jemaah dengan keterbatasan fisik diimbaunya untuk mewakilkan ritual lempar jumrah pada puncak haji 10 Dzulhijah.

“Diwakilkan kepada seregunya atau serombongannya atau kepada saudaranya yang ada di dalam rombongan jemaah tersebut,” kata Muchlis di Makkah. Minggu (14/07)

Hal itu kata dia menjadi solusi yang paling baik termasuk bagi Tim Mobile Crisis (TMC) yang akan bertugas selama puncak musim haji.

Menurut dia, meskipun TMC Satuan Operasi Armuzna telah siap untuk mengantisipasi berbagai hal yang terjadi namun pergerakan di lapangan diperkirakan akan sangat sulit mengingat jutaan jemaah tumpah ruah di tiga tempat tersebut.

“Kalau ada alasan ingin melihat sendiri karena merasa belum tentu setahun sekali bisa melakukan ini maka bisa dilakukan pada hari tasyik, jadi jangan memaksanakan jemaah dengan kemampuan terbatas pada hari pertama tanggal 10 Dzulhijah,” katanya.

Sebab pada saat itu merupakan puncak kepadatan sekaligus puncak kelelahan jemaah dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Jemaah bergerak dari Arafah ke Muzdalifah kemudian ke Mina ini menyita tenaga,” katanya.

Jaetul berharap ada kerja sama yang baik dengan petugas kloter dan pembimbing ibadah yang menyertai untuk memberikan pengertian kepada jemaah dengan kemampuan fisik yang terbatas.(mch/ha) Ditulis oleh anggoro husni pada Senin, 15 Juli, 2019 haji.kemenag.go.id