Skip to Content

SAMBUTAN PRESIDEN RI H.SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA TASYAKUR NASIONAL HARLAH IPHI ke 22 di Solo

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Yang sama-sama kita cintai Bapak Haji Try Sutrisno dan para sesepuh, 

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II,

Yang saya hormati Gubernur Jawa Tengah,

Yang saya cintai dan banggakan Ketua Umum PP IPHI, beserta Keluarga Besar IPHI di seluruh tanah air,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,

Mengawali sambutan ini, saya mengajak hadirin dan hadirot sekalian untuk sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, pada malam yang membahagiakan dan insya Allah penuh berkah ini, kita dapat  menghadiri Tasyakur Nasional Hari Lahir ke-22 Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), yang kali ini dipusatkan di kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, serta para pengikut beliau,  dan insya Allah termasuk kita semua hingga akhir zaman.

Pada kesempatan yang baik ini, atas nama pemerintah dan negara, saya ingin menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lahir ke-22 Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia kepada segenap Keluarga Besar IPHI di seluruh tanah air. Melalui peringatan ini kita dapat lebih mempererat tali silaturrahim dan mengukuhkan persaudaraan.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Sejak berdiri di Jakarta pada tanggal 22 Maret 1990, lebih dari 22 tahun yang lalu, IPHI telah  berperan aktif dalam meningkatkan kebersamaan dan persaudaraan di antara para haji. IPHI juga banyak berkiprah dalam aktivitas sosial keagamaan, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Semuanya itu tentu membawa manfaat bagi umat, bagi bangsa, dan bagi negara.

Salah satu peran penting IPHI adalah memotivasi para jemaah pasca haji, utamanya dalam memelihara dan menjaga nilai-nilai kemabruran haji. Nilai-nilai kemabruran haji berperan penting dalam meningkatkan kualitas iman, ilmu, dan amal soleh, baik secara individual maupun secara sosial. Memelihara nilai-nilai kemabruran haji menjadikan kita semua, para haji dan hajjah, untuk senantiasa memiliki kesadaran, tanggung-jawab, dan integritas, sebagai seorang muslim yang telah menunaikan ibadah haji.

Kemabruran haji sesungguhnya berdimensi vertikal dan horizontal. Dimensi vertikal  ditandai dengan meningkatnya kesalehan personal, sementara  dimensi horizontal ditunjukkan dengan makin meningkatnya kesalehan sosial.  Dari kedua dimensi itulah, kita semua yang pernah menunaikan ibadah haji hendaknya mampu menyeimbangkan antara kesalehan personal dan  kesalehan sosial.

Saudara-saudara,

Saya menyambut baik berbagai program aksi dari IPHI, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Program aksi itu saya nilai merupakan wujud nyata dari dakwah bilhal—dakwah dengan karya nyata, yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan, kualitas hidup, dan derajat kesehatan masyarakat.  Peran serta IPHI di bidang pendidikan, turut mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, mendorong percepatan pembangunan di tanah air, bahkan ikut serta membangun tatanan peradaban dunia.

Demikian pula kepedulian sosial yang dikembangkan oleh IPHI, dalam bentuk kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan masyarakat, merupakan wujud solidaritas dan tanggung jawab sosial yang mulia dari jajaran IPHI. Saya gembira dengan banyaknya koperasi syariah dan unit usaha produktif yang dikembangkan oleh IPHI,  yang telah memberikan kontribusi positif bagi peningkatan daya beli masyarakat dan ekonomi nasional.

Dalam upaya memelihara kemabruran haji, peran dakwah IPHI tentu menjadi sangat penting. Dakwah yang mampu memotivasi umat untuk senantiasa berpikir positif, saling mengingatkan dan menasehati, menghargai perbedaan dan toleransi, serta mengajak ber-amar ma’ruf nahi munkar. Inilah konsep dakwah yang semestinya dikembangkan terus oleh IPHI, bersama-sama dengan lembaga dakwah, majelis taklim, dan organisasi-organisasi Islam di tanah air kita.

Hadirin sekalian yang saya muliakan.

Kita patut bersyukur kesejahteraan rakyat  dan pertumbuhan ekonomi di negara kita terus membaik. Salah satunya ditunjukkan dengan semakin banyaknya kaum muslimin di tanah air yang mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji.  Dari laporan yang saya terima, calon jemaah haji yang sudah terdaftar di Kementerian Agama sampai dengan tanggal 13 Maret 2012 ini, lebih dari 1,7 juta jemaah. Jumlah itu, tentu akan terus bertambah dari waktu ke waktu.

Jumlah jemaah haji yang terdaftar, tentu tidak sebanding dengan kuota yang tersedia. Sebagaimana saudara-saudara ketahui, kuota haji Indonesia yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi— mengacu pada Keputusan KTT OKI tahun 1987  di Amman, Yordania—bahwa kuota haji suatu negara adalah  1/1000 (satu per seribu) dari jumlah penduduk muslim dari negara  itu. Dari ketetapan itulah, maka kuota haji Indonesia yang diberikan adalah sebanyak 211 ribu orang.  Jumlah sebanyak itu, dialokasikan 194 ribu untuk jemaah haji biasa, dan 17 ribu untuk jemaah haji khusus.

Sesuai dengan usulan Indonesia kepada Pemerintah Arab Saudi, alhamdulillah, pada tahun 1432 H / 2011 M negara kita telah mendapat  tambahan kuota sebanyak 10.000 orang. Dengan demikian, total kuota tahun lalu sebanyak 221 ribu orang, yang  terdiri dari  201 ribu untuk jemaah haji biasa dan 20 ribu untuk jemaah haji khusus. Tentu saja jumlah kuota yang tersedia sebesar itu pun, belum dapat memenuhi antrian panjang calon jemaah haji. Secara khusus saya telah meminta kepada Kementerian Agama untuk memprioritaskan calon jemaah haji lanjut usia, agar mereka diberi kesempatan lebih dulu menunaikan ibadah hajinya.

Hadirin yang saya hormati.

Dalam lima tahun terakhir ini, saya menilai  pelayanan jemaah haji semakin baik. Bahkan, sejak September 2008, Kementerian Agama didampingi Surveyor Indonesia telah melakukan perbaikan manajemen. Hasilnya, alhamdulillah, pada tahun 2010 telah memperoleh ISO 9001. Namun, kita masih belum puas. Kita harus terus melakukan upaya perbaikan dalam melayani para tamu Allah.  Saya mendukung upaya terus-menerus jajaran Kementerian Agama, untuk memperpendek jarak pemondokan di Makkah dan di Madinah, sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas pembinaan menuju jemaah haji mandiri. Dalam bidang manajemen, saya instruksikan untuk meningkatkan sistem manajemen penyelenggaraan ibadah haji secara berkelanjutan.

Ke depan, saya minta kepada jajaran Kementerian Agama untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan jemaah haji. Saya berharap IPHI dapat membantu Pemerintah dalam mensukseskan penyelenggaraan ibadah haji, sesuai dengan misinya. Kita semua, jajaran  pemerintahan, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), kalangan dunia usaha, perbankan, serta masyarakat luas, berkewajiban untuk membantu Kementerian Agama dalam pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik dan berkualitas.

Hadirin yang saya muliakan.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya  mengajak para haji, sebagai tokoh dan pimpinan informal yang memiliki pengaruh besar di tengah-tengah masyarakat, untuk mendukung dan  menyebarluaskan kebijakan pemerintah. Salah satunya adalah upaya dan gerakan nasional  penghematan energi.  Saat ini kita dihadapkan pada harga minyak dunia yang terus melambung tinggi, cadangan minyak bumi yang terus menipis, dan konsumsi BBM yang semakin membengkak.  Kita harus hemat sungguh dalam menggunakan energi, agar sumberdaya dan anggaran belanja pemerintah tidak semakin terbebani oleh pengeluaran untuk subsidi energi yang terlalu besar, sehingga anggaran itu dapat dipakai dengan lebih baik dan lebih tepat, serta tidak membebani generasi mendatang.

Kita juga harus menghimbau kepada golongan mampu dan kaya, untuk tidak menggunakan BBM yang disubsidi oleh pemerintah, karena secara moral hal itu tidak tepat. Kita mesti pula memberantas kejahatan penyelundupan BBM ke luar negeri, akibat adanya selisih harga BBM yang amat tinggi antara yang berlaku di Indonesia dengan yang ada di negara-negara lain, karena hal itu akan merusak ekonomi kita.  Sekali lagi, kepada seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai marilah kita jaga ekonomi kita termasuk melakukan penghematan listrik dan BBM secara besar-besaran.  Sebab kalau ekonomi kita terganggu, rakyat juga yang akan mengalami kesulitan. 

Kepada jajaran Kementerian Agama, sekali lagi saya minta untuk terus memberikan perhatian besar pada perbaikan kualitas pelayanan ibadah haji. Pedomani Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Terapkan prinsip profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas, dalam pelayanan penyelenggaraan haji. Terapkan prinsip efisiensi, dengan tetap mengedepankan peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Tingkatkan pula profesionalisme petugas, agar dapat memberikan pelayanan prima kepada para jemaah.

Akhirnya, kepada para penerima anugerah IPHI Award, saya ucapkan selamat dan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi saudara-saudara semua. Saudara-saudara patut menjadi teladan, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemaslahatan umat di tanah air.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita sekalian. Kita juga berharap, semoga kita semua termasuk haji yang mabrur.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Surakarta, 9 April 2012

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO