Skip to Content

SAMBUTAN KETUA DEWAN PENASEHAT IPHI PADA RAKERNAS X IPHI DI SOLO

SAMBUTAN

KETUA DEWAN PENASEHAT PP-IPHI

PADA ACARA PEMBUKAAN MUKERNAS KE-10

IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA

TANGGAL 8 APRIL 2012, DI SOLO 

Yang saya hormati para Pengurus Pusat IPHI;

Para Pengurus Wilayah IPHI seluruh Indonesia;

Para hadirin dan tamu undangan yang saya muliakan.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Marilah pertama-tama pada kesempatan ini kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, bahwa kita masih dikaruniai kesehatan, sehingga dapat bertemu dalam Mukernas IPHI ke-10 ini. Semoga Allah SWT selalu memberikan petunjukNya, sehingga kita dapat merumuskan hal-hal yang bermanfaat di dalam meningkatkan pengabdian kita kepada nusa, bangsa dan agama.

Sebagai organisasi yang menghimpun para haji, saya ingin mengingatkan, bahwa IPHI adalah organisasi kebajikan, independen, non politis praktis, sehingga IPHI merupakan organisasi yang diharapkan dapat menghimpun seluruh para hujjaj, di dalam menunaikan kemabrurannya. Di tengah masyarakat, IPHI harus dapat mengamalkan prinsip ajaran Islam, bahwa Islam adalah “rahmat bagi seluruh manusia” (Rahmatan Lil Alamin), sehingga kehadiran IPHI juga dirasakan manfaatnya bagi umat beragama lain.

Hal tersebut dapat diwujudkan, kalau IPHI dapat menampilkan “wajah” yang ramah, menyapa siapa saja, toleran di tengah berbagai perbedaan yang ada di antara kita semua. Tidak berlebih, dalam suasana kebatinan bangsa seperti sekarang, peran IPHI dapat lebih memperkokoh kebhinekaan bangsa ini, menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,  meningkatkan iman dan takwa kita dan mampu meningkatkan amal ibadah yang nyata bagi seluruh masyarakat. Dengan cara seperti itulah, kita dapat menjaga kemabruran kita, sehingga benar-benar menjadi “haji mabrur sepanjang masa”.

Untuk itulah saya juga ingin menghargai langkah-langkah dan rencana besar IPHI di dalam ikut mnyampaikan pemikiran-pemikiran yang positif terhadap pemyelenggaraan haji, yang dewasa ini sedang  dibahas  antara pemerintah dan DPR. Saya yakin, bahwa potensi haji adalah sangat besar, sehingga potensi besar itu harus dapat bermanfaat, tidak saja bagi calon jemaah haji, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Efisiensi penyelenggaraan haji , peningkatan pelayanan bagi para jemaah haji, dan pemanfaatan potensi ekonominya, perlu secara terus menerus ditingkatkan, sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Meskipun kita tidak boleh hanya meniru apa yang dilakukan Negara lain, belajar dari saudara-saudara sesama muslim adalah sangat penting. Apa yang dilakukan oleh Tabung Haji Malaysia, dalam hal ini, perlu dipertimbangkan.

Untuk itu IPHI hendaklah bisa mengajak semua pihak, mengkomunikasikan dengan baik kepada semua pihak, sehingga pemikiran yang positif itu dapat diwujudkan. Dalam hal ini saya perlu menekankan, bahwa pemerintah tetap sangat penting dan utama di dalam penyelenggaraan haji.

Saya juga mendengar, bahwa IPHI sedang mempunyai rencana besar membangun “Menara Haji”, sebagai symbol keberadaan IPHI dan potensi haji Indonesia. Rencana besar itu Insya Allah dapat terwujud, kalau kita semua menyadari keberadaan kita sebagai haji, bersedia ikut berperan dan berkorban sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Kalau di Malaysia mampu membangun gedung Tabung Haji berlantai 38, maka Indonesia dengan jumlah haji yang jauh lebih besar dari Malaysia, IPHI mesti mampu membangun menara haji yang berlantai lebih dari 38, mungkin berlantai 45, sebagai symbol rasa kebangsaan kita.

Saudara-saudara yang saya hormati;

Saya berharap semoga IPHI di bawah kepemimpinan Bapak Drs. H. Kurdi Mustofa, MM akan mampu mengangkat ikon sebagai organisasi yang dibanggakan, kontributif, dikenal dan diperhitungkan. Bagaimana caranya? Maka buatlah program yang menyentuh langsung kepada masyarakat dan umat, baik kaitannya dengan pemeberdayaan umat maupun peningkatan ekonomi dan penyadaran diri akan hidup sehat tanpa sombong dan takabur, tapi harus sabar, sareh dan shaleh kepada berbagai hal yang kita hadapi, baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang, kita harus meninggalkan kelak, keluarga dan keturunan yang lebih baik dari pada keadaan saat ini. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat An-nisa ayat 9 yang artinya: hendaklah kamu semua takut apabla pada suatu ketika meninggalkan di belakang kita keturunan  yang lemah, maka bertakwalah kepada Alllah SWT dan berbicaralah dengan kesungguhan dan kebenaran.

Jadilah orang yang selalu dekat dengan Allah SWT jadilah orang yang selalu dekat dengan Anugerah Allah SWT, untuk membangun bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai ini guna mencapai masyarakat adil makmur dan penuh ridha Alllah SWT.

Bagian akhir dari sambutan saya pada Mukernas Ke-10, yang diselenggarakan juga sebagai peringatan HUT IPHI yang ke-22 ini, saya anggap tepat. Sebab angka 10 adalah angka symbol kesempurnaan, sedangkan angka 2 adalah angka yang kodrati, dimana Allah SWT selalu menciptakan umatnya berpasang-pasangan, ada laki-laki dan ada wanita, ada masa lalu dan masa depan, yang kesemuanya itu layaknya menjadi rujukan kita semua di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di dalam mengamalkan “kemabruran” haji kita.

Dengan mengucap : “Bismillahirrahmanirrahim”, Rapat Kerja Nasional ke-10 Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia dengan resmi saya nyatakan dibuka.  Selamat bermusyawarah dan Dirgahayu Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia ke-22, semoga jaya dan sentosa. Amin Ya Rabbal Alamin.

Wabillahit Taufiq Walhidayah,

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 Solo, 08  April 2012

 

DEWAN PENASEHAT

IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA     

 

          KETUA

 

  H. Try  Sutrisno