IPHI Siapkan Draf Rancangan RUU Haji

Jakarta-Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sudah menyiapkan naskah atau draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Haji dan dalam medio Januari 2012 ini diharapkan sudah diserahkan ke DPR sehingga para wakil rakyat segera membahasnya sebagai upaya memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji.

Hal tersebut terungkap Ketua Umum IPHI H. Kurdi Mustofa di Jakarta, Selasa.

Menurut Kurdi, kalangan DPR menyambut positif wacana bahwa UU No.13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji harus diperbaiki. Namun bagi IPHI, undang-undang tersebut harus diganti secara total karena tak dapat mengakomodasi kebutuhan umat Islam dalam menunaikan ibadah haji.

Poin utama dari draf RUU tersebut adalah pemisahan regulator dan operator. Selain itu, juga pembentukan badan khusus haji serta sistem tata kelola keuangan haji.

Perbedaan yang mendasar antara UU No. 17/1999 dengan UU No. 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji antara lain adanya pembedaan yang jelas antara regulator (pemerintah) dengan operator (masyarakat); transparansi dan akutanbilitas pengelolaan ibadah haji serta hak dan kewajiban para jama`ah haji.

Penyelenggaraan haji tetap dikelola oleh pemerintah namun terdapat Komisi Pengawas Haji yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. Pemerintah dalam mengelola jamaah haji harus memprioritaskan pada pembinaan, pelayanan dan perlindungan sesuai dengan hak dan kewajiban jamaah haji.

Bagi IPHI, menurut Kurdi Mustofa, UU No.13/2008 belum memenuhi harapan umat Muslim. Karena itu pasal-pasalnya harus diganti, antara harapan dan kenyataan masih jauh. Setiap tahun persoalan yang mencuat dalam penyelenggaraan haji serupa. Jika tak menyangkut pemondokan, tentu muncul persoalan katering dan transportasi.

Jika ke depan penyelenggaraan haji berbentuk badan khusus, yang tetap dikelola pemerintah, maka Kementerian Agama (Kemenag) akan dapat lebih fokus melayani umat, khususnya menyangkut kerukunan antarumat, pendidikan Islam dan mengoptimalkan para mubaliq dan penghulu sebagai garda terdepan pembinaan umat di tengah masyarakat. (source:pelitaonline)