Ketum PP IPHI Perkirakan Calhaj Resiko Tinggi Akan Meningkat

(IPHI). Ketua Umum PP IPHI H Kurdi Mustofa menilai pertambahan kuota haji akan memperpendek masa tunggu yang sebelumnya diperkirakan akan meledakkan jumlah calon haji resiko tinggi ( calhaj risti). “Jika saat mendaftar sudah di usia 50-60 tahun kemudian berangkat 10-15 tahun kemudian, maka diperkirakan jumlah calhaj risti akan semakin benyak di kemudian hari,”ujarnya menanggapi penambahan kuota 10 ribu jemaah mulai tahun depan.

Seperti diberitakan, calon jemaah haji asal Kota Solo, Jawa Tengah, banyak yang tergolong dalam risiko tinggi (Risti). Dari 368 Calhaj, hampir 50 persen lebih yang Risti. Meski demikian, mereka tetap diberangkatkan ke Tanah Suci. H Kurdi berharap pemerintah sebagai penyelenggara haji mengeluarkan kebijakan untuk memperpendek masa tunggu agar tidak terjadi ledakan calhaj risti di masa mendatang.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Penyakit dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Solo, Agus Hufron, Senin (14/9), calhaj dikatakan Risti apabila yang bersangkutan sudah berusia 60 tahun. Selain berusia di atas 60 tahun, calon haji dikategorikan risti apabila menderita penyakit tertentu. Misalnya, penyakit Diabetes Mellitus (DM), Jantung, serta tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Separuh lebih dari total calhaj asal Solo masuk dalam kategori Risti. Untuk itu, kata Agus, butuh pendampingan khusus. Meski demikian, ada juga calhaj yang berusia kurang dari 60 tahun dikatakan Risti, karena memiliki riwayat penyakit tertentu dan butuh pengawasan intensif.

Ia menyebutkan, seluruh calon haji sudah diperiksa kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Bahkan, terdapat dua dokter spesialis khusus yang merekomendasikan kesiapan calhaj untuk berangkat ke Tanah Suci atau tidak.

Calon jamaah haji asal Kota Solo terbagi dalam dua Kloter, 73 dan 74. Rencananya, mereka diberangkatkan ke Tanah Suci 16 September mendatanag. ”Semoga lancar,” harap Agus.