KPHI Sesalkan Rekomendasi Soal Bus Transportasi Haji Tidak Dilaksanakan

(IPHI). Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) menyesalkan pemerintah yang tidak melaksanakan rekomendasi tentang bus transportasi jamaah haji. Padahal, rekomendasi tersebut sudah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo yang ditembuskan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin jauh sebelum penyelenggaraan ibadah haji dimulai. Ketua KPHI Slamet Effendy Yusuf mengatakan, KPHI telah meninjau langsung persiapan penyelenggaran haji 1436 H/2015 di Arab Saudi. Saat itu, KPHI mendatangi perusahaan katering, pemondokan, dan perusahaan-perusahaan transportasi calon penyedia jasa layanan jamaah haji Indonesia. Menurut Slamet, aspek katering dan pemondokan relatif sudah baik. Namun, KPHI memberikan banyak catatan soal bus transportasi haji. Catatan tersebut dituangkan dalam poin rekomendasi. “Jelas tertulis rekomendasi KPHI menyatakan pemerintah perlu menyediakan bus Madinah-Makkah dan Makkah-Madinah dengan bus yang di-upgrade,” kata Slamet kepada wartawan Republika, EH Ismail di Makkah, Arab Saudi, Senin (14/9). Dia melanjutkan, bus upgrade diperlukan untuk mengurangi adanya potensi penurunan pelayanan kepada jamaah. Penggunaan bus-bus standar yang disediakan naqabah lissayyarat, lembaga bentukan Pemerintah Arab Saudi yang bertugas menangani pelayanan transportasi haji selama di Tanah Suci, dikhawatirkan menimbulkan berbagai masalah bagi jamaah haji. KPHI juga sangat tegas menuliskan agar pemerintah tidak memilih perusahaan yang memiliki armada yang tidak bagus dan tidak memenuhi persyaratan. “Di situ kami jelas menuliskan perusahaan Abu Sarhad. Benar kan ternyata sekarang banyak bus Abu Sarhad yang banyak masalah,” ujar Slamet. Selama pengangkutan jamaah haji dari Madinah ke Makkah, belasan bus mengalami mogok di tengah jalan. Beberapa di antaranya juga tidak mampu menampung barang bawaan jamaah haji, sehingga PPIH Arab Saudi harus mengadakan truk tambahan untuk membawa barang-barang tersebut. Selain itu, ada bus yang mengalami korsleting sehingga menyebabkan tas bawaan jamaah terbakar. “Dari belasan bus yang mogok, sebagian besar Abu Sarhad karena memang busnya sudah tua. Inilah yang kami sesalkan,” kata Slamet.