Makin Rawan Kecelakaan, 2 Jamaah Umrah Indonesia Wafat Tertabrak di Jeddah

Dua orang jamaah umrah asal Indonesia meninggal dunia, Selasa (24/4/2018), akibat tertabrak mobil yang melaju kencang di jalan raya depan pusat perbelanjaan Cornice atau Pasar Balad, Jeddah, Arab Saudi.

Satu jamaah meninggal di tempat kejadian, sementara satu orang lainnya meninggal di sebuah rumah sakit di Jeddah. Korban kedua mengalami kritis dan sempat dilarikan ke rumah sakit namun jiwanya tidak tertolong.

Kedua korban sebelumnya hendak menyeberang jalan menuju Cornice dari lokasi parkir bus rombongan jamaah yang letaknya di seberang pusat perbelanjaan oleh-oleh haji itu. Naas, mereka tak bisa menghindar ketika sebuah mobil sedan tengah melaju dengan kencang dan lalu menabraknya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Rabu (25/4/2018), dua orang WNI yang meninggal itu berasal dari rombongan jamaah umrah Mustika Travel dari kota Bandung, Jawa Barat.

Pasar Balad dengan Cornice-nya selama ini menjadi tempat favorit belanja oleh-oleh khas bagi jamaah umrah maupun haji asal Indonesia. Hampir bisa dipastikan, rombongan jamaah Indonesia mampir dulu ke Balad sebelum meneruskan perjalanan ke bandara internasional King Abdulaziz Jeddah untuk pulang ke Tanah Air.

Saban hari baik di musim umrah maupun haji (saat kepulangan jamaah haji) bisa dipastikan kawasan belanja Pasar Balad – layaknya pasar Tanah Abang di Jakarta – selalu “banjir” oleh jamaah Indonesia. Belanja di sini (Balad) tak ubahnya seperti di Tanah Air, lantaran sebagian pedagang dan pelayan toko berbicara dalam bahasa Indonesia.

Hanya saja, bagi setiap jamaah yang akan menyeberang ke Cornice dari tempat parkir bus rombongan, hendaklah selalu waspada dan berhati-hati. Pasalnya, letak parkir bus-bus rombongan jamaah Indonesia berada di seberang Cornice, yang dibelah jalan raya besar dua arah, dengan arus lalu-lintas kendaraan yang sangat ramai. Mobil-mobil umumnya melaju dengan kecepatan tinggi.

Lokasi parkir kendaraan bus di seberang jalan raya depan pusat perbelanjaan Cornice memang cukup luas, dan sanggup menampung hingga ratusan bus. Cuma, jalan raya tempat melintas rombongan jamaah dari dan ke Cornice sangat tidak aman. Ibaratnya seperti perlintasan maut.

Yang mengerikan lagi, setiap jamaah yang hendak menuju Cornice harus menyeberang jalan dan berpapasan dengan arus kendaraan yang sebelumnya tak tampak jelas datangnya lantaran keluar dari jalan terowongan. Fakta ini yang harus dihadapi oleh setiap penyeberang. Makanya menyeberang jalan ini dibutuhkan kewaspadaan ekstra tinggi.

Mengingat sangat ramainya Cornice oleh pengunjung (peziarah dan jamaah), ada baiknya pemerintah Kota Jeddah memikirkan untuk menata ulang denah penyeberangan jalan depan pusat perbelanjaan terpopuler ini. Membangun sarana penyeberangan di bawah tanah atau jembatan, bisa menjadi alternatif yang baik. – manasik-