Konvoi dari Madinah ke Mekkah Dibatasi 3 Ribu Jamaah

Pemerintah Arab Saudi membatasi maksimal hanya 3.000 orang jamaah haji yang boleh berangkat secara bersamaan dalam konvoi bus dari kota Madinah menuju Mekah.

Aturan pembatasan jumlah keberangkatan jamaah ini salinannya sudah diterima oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali yang saat ini berada di Madinah. Sekaligus menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan haji, khususnya keberangkatan dari kota Madinah menuju Mekah.

Adanya pembatasan itu membuat sejumlah jamaah tertunda berangkat ke Mekah, dan harus diikutkan ke rombongan bus berikutnya. “Ada juga jamaah yang tertinggal bus karena paspornya belum diregistasikan di majmuah,’’ kata Nizar usai pelepasan jamaah haji Kloter 9 Palembang di Madinah, Selasa (7/8/2018), seperti dilansir laman kemenag.go.id.

Rombongan kelompok terbang (kloter) asal Palembang (PLM-09) menjadi kloter terakhir dari pemberangkatan gelombang I yang meninggalkan kota Madinah.

Rombongan yang berjumlah 488 jamaah itu diberangkatkan menggunakan 10 bus dari Hoetl Rehab Al-Masi. Dengan demikian, tidak ada lagi jamaah haji gelombang pertama yang tersisa di Madinah.

Nizar menyebutkan per 7 Agustus 2018 ada sebanyak 6.166 jamaah yang diberangkatkan ke Mekah. ’’Secara keseluruhan, pada 7 Agustus ini ada 6.166 jamaah yang kita berangkatkan ke Mekah,” katanya.

Semua rombongan jamaah akan mampir di masjid Bir Ali untuk Miqot, salat sunat dan membaca niat umrah wajib, selanjutnya perjalanan diteruskan menuju Mekah yang diperkirakan butuh waktu lima jam. Di Mekah, rombongan dari Madinah akan disebar ke 164 hotel yang telah disewa oleh Kemenag.

Nizar merinci, ada 218 kloter dengan 88.927 jamaah yang masuk dalam gelombang pertama. ’’Totalnya ada 218 kloter dengan 88.927 jamaah (yang masuk gelombang pertama, Red),’’ ungkapnya.

Terkait evaluasi kedatangan di Madinah, Nizar menjelaskan ada beberapa yang perlu dibenahi, teutama soal perubahan aturan yang terbilang mendadak. Disebutkan, pelayanan fast track di bandara Madinah dan Jeddah. Jamaah haji yang melalui jalur ini memang tidak perlu berlama-lama menjalani pemeriksaan imigrasi di bandara. Mereka bisa langsung menuju hotel.

Hanya saja, kedatangan jamaah yang terlalu cepat membuat mereka tidak bisa langsung masuk ke kamar hotel. “Karena jamaah datang sebelum jam check-in hotel,’’ katanya.